Penjaga Sebuah Meja - Muhammad Faruq Nuruddinsyah
Penjaga Sebuah Meja

Tentu beberapa saja yang diingat;
Dalam rindu-dendam tanganku terkulai patah
Membagi bongkahan-bongkahan kata yang dulu terucapkan
Dari sepasang mata yang jujur kepada angin itu

Kau akan ingat;
Atau sepenuhnya lupa.
Kita pernah menjadi penjaga untuk sebuah meja yang selalu kosong
Sebelum gerai-gerai itu terpaksa tutup

Kau pernah lupa;
Atau beberapa saja yang kau ingat.


(Depok, 6 Juli 2020)


Tanggal posting: 8 Juli 2020 - Kategori: Catatan Sastra